Renungan Sdr. Afrianus Papak, OFM
Bertobatlah Baharuilah
Dirimu Dengan Kasih Allah
Dirimu Dengan Kasih Allah
Tema ini merupakan tema yang tidak asing lagi bagi
kita, khusus dalam persiapan menyosong Paskah. Kita berada di pekan prapaskah
ke III. Firman Tuhan yang disuguhkan bagi kita, memberikan pengertian yang
jelas bagaimana kita mengasih Allah dan Sesama. Kedua perintah Allah ini
merupakan hukum utama.
kita, khusus dalam persiapan menyosong Paskah. Kita berada di pekan prapaskah
ke III. Firman Tuhan yang disuguhkan bagi kita, memberikan pengertian yang
jelas bagaimana kita mengasih Allah dan Sesama. Kedua perintah Allah ini
merupakan hukum utama.
Mengasihi sesama tentunya juga akan mengasih Allah.
Karena kita mengasihi sesama kita bukan melihat wajah sesama kita sebagaiman
adanya tetapi lebih dari itu, bahwa di dalam diri sesama kita ada kehadiran
Allah di sana. Tindakan mengasihi sesama bercermin pada diri kita, bahwa kita
telah mengasihi diri kita maka kasih itu pun mau diterima atau dialami sesama
kita. Karena memberikan kedamaian, kenyamanan, sukacita, kegembiraan, dan
kesejahteraan. Situasi macam inilah yang sangat diharapkan semua manusia,
bahkan surga pun menghendaki.
Karena kita mengasihi sesama kita bukan melihat wajah sesama kita sebagaiman
adanya tetapi lebih dari itu, bahwa di dalam diri sesama kita ada kehadiran
Allah di sana. Tindakan mengasihi sesama bercermin pada diri kita, bahwa kita
telah mengasihi diri kita maka kasih itu pun mau diterima atau dialami sesama
kita. Karena memberikan kedamaian, kenyamanan, sukacita, kegembiraan, dan
kesejahteraan. Situasi macam inilah yang sangat diharapkan semua manusia,
bahkan surga pun menghendaki.
Sungguh menarik jika kita menerima dan merasakan kasih
di dalam hidup kita. Kasih memberikan kehidupan pada diri kita dan memampukan
kita membangun relasi yang terbuka kepada Sesama dan juga kepada Allah.
di dalam hidup kita. Kasih memberikan kehidupan pada diri kita dan memampukan
kita membangun relasi yang terbuka kepada Sesama dan juga kepada Allah.
Dalam mempersiapkan diri menyonsong Paskah, kita perlu
melihat diri kita dan bertanya, apakah
saya selama ini sudah hidup dalam kasih? Ataukah saya hidup mengalir begitu
saja tanpa memikirkan apa-apa? Jika kita mampu bertanya pada diri kita dan
ternyata kita berdosa. Maka sekarang kita perlu bertobat mengakui dosa-dosa
kita dihadapan Allah melalui para imam. Karena hanya imamlah yang menghadirkan
Kristus untuk memberikan pangampunan. Jangan
kita merasa tidak perlu, takut, dan membiarkan diri begitu saja. Kita
sudah menjerumuskan kita ke dalam jurang maut
melihat diri kita dan bertanya, apakah
saya selama ini sudah hidup dalam kasih? Ataukah saya hidup mengalir begitu
saja tanpa memikirkan apa-apa? Jika kita mampu bertanya pada diri kita dan
ternyata kita berdosa. Maka sekarang kita perlu bertobat mengakui dosa-dosa
kita dihadapan Allah melalui para imam. Karena hanya imamlah yang menghadirkan
Kristus untuk memberikan pangampunan. Jangan
kita merasa tidak perlu, takut, dan membiarkan diri begitu saja. Kita
sudah menjerumuskan kita ke dalam jurang maut
Kesempatan yang berahmat Tuhan berikan kepada kita
dalam masa prapaskah, masa persiapan diri (batin), kita kepada Allah. Masa ini
memberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk berefleksi untuk memahami dan
menemukan diri dihadapan Allah. Karena kita hidup bukan hanya jasmani tetapi
juga Rohani, yaitu kekuatan ilahi dari Allah.
dalam masa prapaskah, masa persiapan diri (batin), kita kepada Allah. Masa ini
memberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk berefleksi untuk memahami dan
menemukan diri dihadapan Allah. Karena kita hidup bukan hanya jasmani tetapi
juga Rohani, yaitu kekuatan ilahi dari Allah.
Mari umat beriman yang terkasih, mari kita membahurui
diri kita dengan kasih melalui pertobatan. Karena melalui pertobatan kita
diberisihkan, dimurnikan, dipulihkan dan diangkat menjadi anak-anak Allah yang
membawa kasih bagi dunia. Mari kita
terus melakukan pertobatan dalam hidup kita. (MY)
diri kita dengan kasih melalui pertobatan. Karena melalui pertobatan kita
diberisihkan, dimurnikan, dipulihkan dan diangkat menjadi anak-anak Allah yang
membawa kasih bagi dunia. Mari kita
terus melakukan pertobatan dalam hidup kita. (MY)
Penulis. Sdr. Matius Yerikho
Komentar
Posting Komentar