Langsung ke konten utama

Renungan Kelana Sabda Edisi 19 September 2019


Salam Kasih Persaudaraan 

Pada hari ini bacaan Injil mengajak kita untuk bermenung tentang cara kita menghargai dan memaknai sebuah pertobatan. Tentang wanita yang menyeka kaki Yesus memberi kita sebuah warna dalam cerita agar senantiasa terus melangkah dalam pertobatan tanpa peduli dengan seluruh pergunjingan orang di sekitar kita. Semoga Tuhan memberimu damai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Film Jembatan Pensil

Resence by: Fransiskan Papua Identitas Film  Judul : Jembatan Pensil Produksi : Grahandhika Visual Produser Eksekutif : La Ode Haerun Ghowe Produser : Tyas Abiyoga Produser Pelaksana : Rahmat Suardi Sutradara : Hasto Broto Penulis Skenario : Exan Zen Pemain : Anak-anak : Didi Mulya : Ondeng Azka Marzuki : Azka Permata Jingga : Yanti Nayla D. Purnama: Nia Angger Bayu : Inal Vickram Priyono : Attar Dewasa : Kevin Julio : Gading Andi Bersama : Pak Guru Alisia Rininta : Bu Aida Meriam Bellina : Ibu Farida Agung Saga : Arman Sinopsis Film Jembatan Pensil ini menceritakan kisah masyarakat di Sulawesi Tenggara tepatnya di Kab. Muna, cerita yang diangkat adalah anak-anak yang belum bisa mendapatkan pendidikan dengan layak. Tentang cita-cita, persahabatan, dan perjuangan. Tokoh-tokoh yang dimunculkan mewakili karakter masyarakat dengan keseharian sebagai nelayan, penenun, pemecah Batu dan juga beternak sapi/kuda.  Setiap pagi anak...

Film Full Of Grace 2015

Berikut Film yang sungguh cocok untuk memaknai Maria diakhir bulan Maria ini, pun bila saudara dan saudari ingin menonton langsung saja klik link dibawah ini https://juraganfilm.net/film-lepas/full-of-grace-2015/

Jagung dan Kisah Sang Putri[1]

https://histori.id/kisah-si-bungsu-tujuh-bersaudara/   Sdr. Frederikus Berek, OFM Pada jaman dahulu kala hiduplah sepasang suami-isteri bersama putri tunggal mereka. Saat itu belum dikenal api. Makanan dan minuman tidak perlu dimasak. Mereka mulai berkebun, tapi berulang-ulang mereka kecewa karena tidak ada bibit tanaman yang hasilnya dapat dimakan. Mereka mencoba menanam buah beringin, tetapi saat panen buahnya tak dapat dimakan. Pada suatu hari sang ayah bermimpi. Dia bermimpi tentang seorang kakek tua berambut putih datang dan berbicara dengannya. Kakek itu berkata,“jika kamu ingin keluargamu hidup bahagia, kamu harus mengorbankan anakmu!” “Dengan cara apa aku mengorbankan anakku?”Tanya sang ayah. Kakek itu menjawab,“kamu harus membuka kebun baru seluas mungkin. Setelah itu bawalah anakmu ke tengah kebun, penggal kepalanya, dan cincang tubuhnya. Setelah itu taburkan di kebun.” Sang ayah terbangun dan terdiam. Dia ragu karena dia sangat sayang kepada ...