Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei 17, 2019

Refleksi Pemuda Nain Atas Kebebasan Menurut Eksistensialisme-Humanisme Jean de Paul Sartre

 Injil sinoptik mungkin dapat menjadi rujukan tentang pemahaman akan kebebasan, terlebih khusus aspeknya pada kehendak (Free will). Hal tersebut dapat dilihat dari kisah orang muda yang kaya, di mana seorang pemuda itu bertanya pada Yesus, dan berkata ‘Guru perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk beroleh hidup kekal?’ jawab Yesus ‘jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayah ibumu dan kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri’ lalu pemuda itu menjawab bahwa semuanya telah dilakukan. Pun Yesus menambahkan ‘jikalau engkau hendak sempurna, pergilah dan juallah harta milukmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin.’ Maka pergilah si pemuda itu dengan kesedihan, sebab banyaklah hartanya. 1 Maksud dari aspek ini mengingatkanku pada pandangan Duns Scotus tentang kehendak bebas sebagai rahmat kepada manusia untuk memilih kebaikan dalam dirinya “Kebebasan di sini tidak lagi dipikirkan hanya sebagai kebebasan untuk berbu...