Injil sinoptik mungkin dapat menjadi rujukan tentang pemahaman akan kebebasan, terlebih khusus aspeknya pada kehendak (Free will). Hal tersebut dapat dilihat dari kisah orang muda yang kaya, di mana seorang pemuda itu bertanya pada Yesus, dan berkata ‘Guru perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk beroleh hidup kekal?’ jawab Yesus ‘jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayah ibumu dan kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri’ lalu pemuda itu menjawab bahwa semuanya telah dilakukan. Pun Yesus menambahkan ‘jikalau engkau hendak sempurna, pergilah dan juallah harta milukmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin.’ Maka pergilah si pemuda itu dengan kesedihan, sebab banyaklah hartanya. 1 Maksud dari aspek ini mengingatkanku pada pandangan Duns Scotus tentang kehendak bebas sebagai rahmat kepada manusia untuk memilih kebaikan dalam dirinya “Kebebasan di sini tidak lagi dipikirkan hanya sebagai kebebasan untuk berbu...
Selamat Datang di blogsite, Kelana Sabda-Fransiskan Papua. Media ini dirangkai oleh Saudara Muda Fransiskan Papua untuk mengkomunikasikan Spiritualitas Fransiskan dalam renungan Kelana Sabda berbasis digital. Juga tak kalah penting demi pengembangan promosi panggilan OFM di tanah Papua, agar tertarik untuk mengabdi kepada Spiritualitas St. Fransiskus Asisi di dalam melayani dunia pada bidang yang lebih global dan menyeluruh.