Langsung ke konten utama

Postingan

Renungan Kelana Sabda 2 Oktober 2019

Pesta Malaikat Pelindung Sdr. Alfonsius Febryano Ade Putra, OFM Apakah malaikat pelindung menjaga setiap orang, tidak secara konsisten dipercayai atau dipegang dalam pemikiran Kristen. Santo Ambrosius percaya bahwa orang-orang suci kehilangan malaikat pelindung mereka agar mereka bisa berjuang dan tetap bertekun dengan lebih hebat. Santo Hieronimus dan Basilius berkata bahwa dosa menjauhkan manusia dari malaikat pelindung. Konsep malaikat pelindung dan hierarki mereka dikembangkan secara luas oleh Pseudo-Dionisius dari Areopagus pada abad ke-5 dan memiliki pengaruh yang kuat pada seni dan devosi kerakyatan. Teolog Gereja Kristen pertama yang menguraikan skema yang spesifik untuk malaikat pelindung adalah Honorius dari Autun. Ia mengatakan bahwa pada saat memasuki tubuh kepada setiap jiwa ditetapkan seorang malaikat pelindung. Thomas Aquinas setuju dengan pendapat ini dan menerangkan lebih jauh bahwa malaikat yang paling rendah peringkatnyalah yang berfungsi sebagai pelindu...

Kelana Sabda Edisi 22 September 2018

Renungan Kelana Sabda Edisi 20 September 2019

Kelana Sabda Edisi Pesta St. Matius Pengarang Injil.Sabtu, 21 September ...

Renungan Kelana Sabda Edisi 19 September 2019

Salam Kasih Persaudaraan  Pada hari ini bacaan Injil mengajak kita untuk bermenung tentang cara kita menghargai dan memaknai sebuah pertobatan. Tentang wanita yang menyeka kaki Yesus memberi kita sebuah warna dalam cerita agar senantiasa terus melangkah dalam pertobatan tanpa peduli dengan seluruh pergunjingan orang di sekitar kita. Semoga Tuhan memberimu damai.

Pesta Stigmata Fransiskus Asisi 17 September 2019

Selamat Pesta Stigmata St. Fransiskus Pelindung Keluarga Fransiskan Sdr. Alfonsius Febryano Ade Putra Sekelumit Kisah Stigmata Fransiskus Sdr. Leo menceritakan kepada kita bahwa Fransiskus telah memilih periode dari 15 Agustus sampai 29 September 1224 untuk sebuah retret “guna menghormati Allah, Santa Perawan Maria, ibu-Nya, dan Santo Mikael, pangeran para malaikat dan jiwa-jiwa. Fransiskus mempraktekkan devosi istimewa kepada dua orang kudus ini. Pada waktu itu Fransiskus berumur 42 tahun, dua tahun sebelum kematiannya. Kondisi fisiknya jauh dari baik. Suatu penyakit mata yang sangat mengganggu serta menyakitkan secara serius membuatnya sulit dalam hal membaca dlsb. Namun pada waktu itu dia juga dibuat lebih menderita lagi oleh perbedaan-perbedaan pendapat antara para saudara tentang ‘cara hidup’ dari ordo. Apakah cara hidup yang dihayatinya selama ini, yaitu cara yang diwahyukan oleh Allah sendiri kepadanya, sungguh-sungguh merupakan cara yang Allah inginkan? ...

Renungan Kelana Sabda Edisi 17 September 2019

Salam Kasih dan Persaudaraan Kerahiman Allah timul dalam cerita yang mengesankan dari orang-orang yang terpinggirkan dalam hidup kita untuk itu sebagai umat Kristiani, perlulah kita untuk menimba pengalaman orang-orang tersebut yang merupakan Karya terindah dari pihak Allah kepada kita. Semoga Tuhan memberimu damai