Langsung ke konten utama

Renungan Kelana Sabda 2 Oktober 2019



Pesta Malaikat Pelindung
Sdr. Alfonsius Febryano Ade Putra, OFM
Apakah malaikat pelindung menjaga setiap orang, tidak secara konsisten dipercayai atau dipegang dalam pemikiran Kristen. Santo Ambrosius percaya bahwa orang-orang suci kehilangan malaikat pelindung mereka agar mereka bisa berjuang dan tetap bertekun dengan lebih hebat. Santo Hieronimus dan Basilius berkata bahwa dosa menjauhkan manusia dari malaikat pelindung. Konsep malaikat pelindung dan hierarki mereka dikembangkan secara luas oleh Pseudo-Dionisius dari Areopagus pada abad ke-5 dan memiliki pengaruh yang kuat pada seni dan devosi kerakyatan. Teolog Gereja Kristen pertama yang menguraikan skema yang spesifik untuk malaikat pelindung adalah Honorius dari Autun. Ia mengatakan bahwa pada saat memasuki tubuh kepada setiap jiwa ditetapkan seorang malaikat pelindung. Thomas Aquinas setuju dengan pendapat ini dan menerangkan lebih jauh bahwa malaikat yang paling rendah peringkatnyalah yang berfungsi sebagai pelindung. Namun Duns Scotus mengatakan bahwa malaikat manapun juga dapat menerima misi tersebut. Keyakinan tentang malaikat pelindung ini diungkapkan oleh dokter dan filsuf Inggris Sir Thomas Browne (1605-82), yang menyatakan dalam bukunya Religio Medici (Bagian 1, alinea 33): Oleh karena itu, tentang Roh-roh saya sama sekali tidak menyangkal keberadaan mereka, bahkan saya dengan mudah mempercayainya bahwa bukan hanya seluruh negara, melainkan orang-orang secara khusus memiliki Pendampingnya, dan Malaikat Pelindung: Ini bukanlah pandangan baru dari Gereja Roma, melainkan pandangan lama sejak Pitagoras dan Plato; dalam hal ini ajaran ini tidak mengandung ajaran sesat, dan meskipun tidak secara tegas dinyatakan di dalam Kitab Suci, ajaran ini merupakan suatu pandangan yang baik dan bermanfaat di dalam perjalanan dan hidup manusia dan tindakan-tindakannya, dan dapat berfungsi sebagai sebuah Hipotesis untuk menghapuskan banyak keragu-raguan, yang pemecahannya tidak diberikan oleh filsafat biasa. Kepercayaan akan adanya malaikat pelindung merupakan bagian tak terpisahkan dari depositum fidei agama Katolik Roma dan diteliti dalam Angelologi (studi tentang para malaikat). Untuk menghormati para malaikat, maka Pesta Malaikat Pelindung dirayakan pada tanggal 2 Oktober.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Film Jembatan Pensil

Resence by: Fransiskan Papua Identitas Film  Judul : Jembatan Pensil Produksi : Grahandhika Visual Produser Eksekutif : La Ode Haerun Ghowe Produser : Tyas Abiyoga Produser Pelaksana : Rahmat Suardi Sutradara : Hasto Broto Penulis Skenario : Exan Zen Pemain : Anak-anak : Didi Mulya : Ondeng Azka Marzuki : Azka Permata Jingga : Yanti Nayla D. Purnama: Nia Angger Bayu : Inal Vickram Priyono : Attar Dewasa : Kevin Julio : Gading Andi Bersama : Pak Guru Alisia Rininta : Bu Aida Meriam Bellina : Ibu Farida Agung Saga : Arman Sinopsis Film Jembatan Pensil ini menceritakan kisah masyarakat di Sulawesi Tenggara tepatnya di Kab. Muna, cerita yang diangkat adalah anak-anak yang belum bisa mendapatkan pendidikan dengan layak. Tentang cita-cita, persahabatan, dan perjuangan. Tokoh-tokoh yang dimunculkan mewakili karakter masyarakat dengan keseharian sebagai nelayan, penenun, pemecah Batu dan juga beternak sapi/kuda.  Setiap pagi anak...

Renungan Kelana Sabda Edisi Sabtu, 2 Maret 2019

Salam Kasih Persaudaraan Sdr. Alfonsius Febryano Ade Putra, OFM https://www.facebook.com/alfonsius.febryan untuk mau langsung ditonton, tinggal Klik aja linik di bawah ini https://www.youtube.com/watch?v=2XxEvb2asJU&t=2s  

Paham Kebebasan dalam Bingkai Kehendak

Sdr. Alfonsius Febryano Ade Putra Salah satu hal yang pernah kubagikan saat sharing Kitab Suci di komunitas Sang Surya ialah tentang pemuda kaya sebagaimana dikisahkan dalam perikop Lukas. Secara garis besar kisahnya, bahwa ada seorang pemuda kaya dan ingin mengikuti Yesus Kristus, tetapi saat Yesus memberikan arahan untuk dia menjual harta bendanya, justru ia pergi   dengan perasaan kecewa oleh karena banyaklah hartanya (Luk. 6: 20-26). Maka aku pun memberi pendapat tentang kebebasan, yakni melihat relasi kebebasan dari Perjanjian Lama terkait dosa Hawa memakan buah terlarang serta pemuda kaya itu sesungguhnya mengamanatkan pada manusia tentang nilai murni akan kebebasan adalah karunia yang Allah berikan kepada umat-Nya. Mengapa? Karena memang bagiku yang tengah berpendapat dalam lingkaran sharing Kitab Suci menganalisisnya tentang semua Kisah dalam Kitab Suci adalah bagian dari dinamika Allah bersama umat-Nya, sehingga baik penolakan maupun sukacita di dalamnya adalah p...