Langsung ke konten utama

Postingan

Renungan Kelana Sabda Edisi 20 September 2019

Kelana Sabda Edisi Pesta St. Matius Pengarang Injil.Sabtu, 21 September ...

Renungan Kelana Sabda Edisi 19 September 2019

Salam Kasih Persaudaraan  Pada hari ini bacaan Injil mengajak kita untuk bermenung tentang cara kita menghargai dan memaknai sebuah pertobatan. Tentang wanita yang menyeka kaki Yesus memberi kita sebuah warna dalam cerita agar senantiasa terus melangkah dalam pertobatan tanpa peduli dengan seluruh pergunjingan orang di sekitar kita. Semoga Tuhan memberimu damai.

Pesta Stigmata Fransiskus Asisi 17 September 2019

Selamat Pesta Stigmata St. Fransiskus Pelindung Keluarga Fransiskan Sdr. Alfonsius Febryano Ade Putra Sekelumit Kisah Stigmata Fransiskus Sdr. Leo menceritakan kepada kita bahwa Fransiskus telah memilih periode dari 15 Agustus sampai 29 September 1224 untuk sebuah retret “guna menghormati Allah, Santa Perawan Maria, ibu-Nya, dan Santo Mikael, pangeran para malaikat dan jiwa-jiwa. Fransiskus mempraktekkan devosi istimewa kepada dua orang kudus ini. Pada waktu itu Fransiskus berumur 42 tahun, dua tahun sebelum kematiannya. Kondisi fisiknya jauh dari baik. Suatu penyakit mata yang sangat mengganggu serta menyakitkan secara serius membuatnya sulit dalam hal membaca dlsb. Namun pada waktu itu dia juga dibuat lebih menderita lagi oleh perbedaan-perbedaan pendapat antara para saudara tentang ‘cara hidup’ dari ordo. Apakah cara hidup yang dihayatinya selama ini, yaitu cara yang diwahyukan oleh Allah sendiri kepadanya, sungguh-sungguh merupakan cara yang Allah inginkan? ...

Renungan Kelana Sabda Edisi 17 September 2019

Salam Kasih dan Persaudaraan Kerahiman Allah timul dalam cerita yang mengesankan dari orang-orang yang terpinggirkan dalam hidup kita untuk itu sebagai umat Kristiani, perlulah kita untuk menimba pengalaman orang-orang tersebut yang merupakan Karya terindah dari pihak Allah kepada kita. Semoga Tuhan memberimu damai

Kejenuhan Memahami Kekudusan

Sdr. Alfonsius Febryano Ade Putra  Tujuh orang Katolik yang telah meninggal diberikan gelar ‘orang kudus’ (santo/santa) oleh Paus Fransiskus pada 14 Oktober 2018 lalu. Satu di antaranya adalah Oscar Arnulfo Romero, seorang pahlawan pembela kaum tertindas dari El Salvador. Romero, Uskup Agung San Salvador, dipandu oleh cinta yang solider melawan pembunuhan dan penindasan rezim militer, boneka kerajaan kapitalisme global, terhadap masyarakat miskin El Salvador. Akibat terlalu aktif mencintai kaum miskin, proyektil penembak jitu utusan rezim militer membunuhnya setelah memimpin Ekaristi pada 24 Maret 1980.  Menjadi ‘orang kudus’ bukanlah mimpi Romero dan kebanyakan pejuang kaum tertindas yang berpayungkan teologi pembebasan Amerika Latin. Sebab menjadi ‘orang kudus’ selalu merupakan pengkhianatan terhadap Yang Kudus. “Jika aku memberi makan orang-orang miskin, aku disebut ‘orang kudus’, tetapi jika aku mempertanyakan sebab-sebab kemiskinan tersebut, aku akan dicap ko...

Doa Fransiskan

Doa Fransiskan Saudara dan saudari terkasih, telah berabad-abad lamanya St. Fransiskus Assisi telah menunjukkan kepada kita bagaimana harus bersikap dalam setiap perbedaan. Kita tahu bahwa ia menolak perang, ia begitu muak dengan tindakan tentara Kristen dan lawan-lawan mereka dalam perang salib, oleh karena itu ia berangkat ke Tanah Suci untuk mencoba untuk menyembuhkan perpecahan itu. Memang, dia berpikir bahwa dia akan dapat mentobatkan Sultan atau dia akan menjadi martir, tetapi sejarah menunjukkan bahwa hal tersebut tidak terjadi. Bagaimanapun, adalah pertemua St. Fransiskus dengan Sultan tersebut adalah pertemuan anatara dua pikiran dan dua hati yang besar yang mengakui dan menghormati keyakinan iman masing-masing, pengakuan dari dua orang yang berbeda keyakinan tapi saling menghargai satu-sama lain. Kami menawarkan acara doa ini (yang disiapkan oleh Bernd Beermann OFM Cap) dan dialog antara Santo Fransiskus dan Sultan (disiapkan oleh Kathy Warren, OSF dan John Petrekovic,...