Langsung ke konten utama

Doa Fransiskan

Hasil gambar untuk Doa fransiskan


Doa Fransiskan
Saudara dan saudari terkasih, telah berabad-abad lamanya St. Fransiskus Assisi telah menunjukkan kepada kita bagaimana harus bersikap dalam setiap perbedaan. Kita tahu bahwa ia menolak perang, ia begitu muak dengan tindakan tentara Kristen dan lawan-lawan mereka dalam perang salib, oleh karena itu ia berangkat ke Tanah Suci untuk mencoba untuk menyembuhkan perpecahan itu. Memang, dia berpikir bahwa dia akan dapat mentobatkan Sultan atau dia akan menjadi martir, tetapi sejarah menunjukkan bahwa hal tersebut tidak terjadi. Bagaimanapun, adalah pertemua St. Fransiskus dengan Sultan tersebut adalah pertemuan anatara dua pikiran dan dua hati yang besar yang mengakui dan menghormati keyakinan iman masing-masing, pengakuan dari dua orang yang berbeda keyakinan tapi saling menghargai satu-sama lain. Kami menawarkan acara doa ini (yang disiapkan oleh Bernd Beermann OFM Cap) dan dialog antara Santo Fransiskus dan Sultan (disiapkan oleh Kathy Warren, OSF dan John Petrekovic, OFM Cap) untuk sebuah mempertemukan keluarga Fransiskan dan semua orang yang mengagumi St. Fransiskus dari Assisi dan melihat dalam dirinya sebuah model untuk tindakan kita pada saat perselisihan dan perpecahan. 
Simbol:
Sementara kita mempersiapkan doa pembukaan, kita menyalakan lilin untuk perdamaian di dunia. Setiap orang akan menyalakan lilin dari Lilin Perdamaian yang ditempatkan dalam mangkuk sehingga cahaya kolektif akan bersinar dalam hati kita dan di dunia kegelapan untuk membawa Karunia PERDAMAIAN 

Doa penyalaan lilin: 
 Allah yang maha tinggi, dari-Mulah semua pikiran tentang kebenaran dan perdamaian, nyalakanlah dalam hati kami api cinta sejati akan perdamaian, dan bimbinglah kami dengan kebijaksanaan-Mu yang murni dan tanamkanlah kedamaian dalam diri orang-orang yang membuat keputusan bagi bangsa-bangsa di bumi ini, agar kami bisa melangkah maju bersama-sama menuju kerajaan-Mu, dan bumi dipenuhi dengan Cinta-kasih-Mu melalui Yesus Kristus Tuhan kita. Amin 

Madah: (Dapat dipilih satu lagu yang sesuai dengan thema ini atau lagu yang ditawarkan dibawah ini, sebuah doa perdamaian yang dianggap berasal dari St Francis) 

Tuhan, Jadikanlah aku pembawa damai, Bila terjadi kebencian, 
jadikanlah aku pembawa cinta kasih, Bila terjadi penghinaan,
 jadikanlah aku pembawa pengampunan, Bila terjadi perselisihan,
 jadikanlah aku pembawa kerukunan, Bila terjadi kebimbangan, 
jadikanlah aku pembawa kepastian, Bila terjadi kesesatan, 
jadikanlah aku pembawa kebenaran, Bila terjadi kesedihan,
 jadikanlah aku sumber kegembiraan, Bila terjadi kegelapan, 
jadikanlah aku pembawa terang,
Tuhan semoga aku lebih ingin menghibur daripada dihibur, 
 Memahami dari pada dipahami, 
mencintai dari pada dicintai, 
 Sebab dengan memberi aku menerima 
 Dengan mengampuni aku diampuni Dengan mati suci aku bangkit lagi, untuk hidup selama-lamanya. Amin 

Mazmur I. (Mzr 122) Nyanyian ziarah Daud
Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: "Mari kita pergi ke rumah TUHAN." Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem. Yerusalem yang dibangun sebagai kota tersusun rapi dan indah. Ke sinilah suku-suku bangsa datang, suku-suku bangsa pilihan TUHAN, untuk bersyukur kepada-Nya sesuai dengan perintah-Nya. Sebab di sanalah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga raja Daud. Berdoalah untuk kesejahteraan Yerusalem: "Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat sentosa. Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembokmu, dan sentosa di dalam purimu!" Oleh karena saudara-saudaraku dan teman-temanku aku hendak mengucapkan: "Semoga kesejahteraan ada di dalammu!" Oleh karena rumah TUHAN, Allah kita, aku hendak mencari kebaikan bagimu. Kemuliaan ... 

Kidung: 

Doa pujian untuk Setiap waktu dari St. Fransiskus Assisi. 
Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah,Yang Mahakuasa, yang kini ada dan yang telah ada dan yang akan datang: Ya, marilah kita memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya. Tuhan Allah kami, Engkau layak menetima pujaan, kemuliaan dan hormat serta puji-pujian: Ya, marilah kita memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya. Anak Domba yang disembelih itu layak menerima kuasa dan keallahan , hikmat dan kekuatan, horinat, kemuliaan dan puji-pujian: Ya, marilah kita memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya. Marilah kita memuji Bapa dan Putra serta Roh Kudus: Ya, marilah kita memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya. Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan: Ya, marilah kita memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya. Pujialah Allah kita, hai semua hamba-Nya dan kamu semua yang takut akan Allah, baik kecil maupun besar: Ya, marilah kita memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya. Hendaklah langit dan bumi memuji-muji Dia yang mulia: Ya, marilah kita memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya. Semua makhluk yang di surga dan yang di bumi dan di bawah bumi dan laut serta semua yang ada di dalamnya: Ya, marilah kita memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus Ya, marilah kita memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin. Ya, marilah kita memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya. Doa: Allah Yang Mahakuasa, Mahakudus, Mahatinggi dan Mahaluhur, Engkaulah segala kebaikan, paling baik, seluruhnya baik, hanya Engkau sendiri yang baik; kepada-Mu kami kembalikan segala pujian, segala kemuliaan, segala rahmat, segala kehormatan, segala pujian serta segalanya yang baik. 

Kemuliaan.. 

Mazmur II (Mzr. 147) Alleluya! 
Sungguh, bermazmur bagi Allah kita itu baik, bahkan indah, dan layaklah memuji-muji itu. TUHAN membangun Yerusalem, Ia mengumpulkan orang-orang Israel yang tercerai-berai; Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka; Ia menentukan jumlah bintang-bintang dan menyebut nama-nama semuanya. Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaan-Nya tak terhingga. TUHAN menegakkan kembali orang-orang yang tertindas, tetapi merendahkan orang-orang fasik sampai ke bumi. Bernyanyilah bagi TUHAN dengan nyanyian syukur, bermazmurlah bagi Allah kita dengan kecapi! Dia, yang menutupi langit dengan awan-awan, yang menyediakan hujan bagi bumi, yang membuat gunung-gunung menumbuhkan rumput. Dia, yang memberi makanan kepada hewan, kepada anak-anak burung gagak, yang memanggil-manggil. Ia tidak suka kepada kegagahan kuda, Ia tidak senang kepada kaki laki-laki; TUHAN senang kepada orang-orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setia-Nya. Megahkanlah TUHAN, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion! Sebab Ia meneguhkan palang pintu gerbangmu, dan memberkati anak-anakmu di antaramu. Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu dan mengenyangkan engkau dengan gandum yang terbaik. Ia menyampaikan perintah-Nya ke bumi; dengan segera firman-Nya berlari. Ia menurunkan salju seperti bulu domba dan menghamburkan embun beku seperti abu. Ia melemparkan air batu seperti pecahan-pecahan. Siapakah yang tahan berdiri menghadapi dingin-Nya? Ia menyampaikan firman-Nya, lalu mencairkan semuanya, Ia meniupkan angin-Nya, maka air mengalir. Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan-ketetapan-Nya dan hukum-hukum-Nya kepada Israel. Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal. Haleluya!  

Bacaan: (Rm 9 : 15 – 21) 
Sebab Ia berfirman kepada Musa: "Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati." Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah. Sebab Kitab Suci berkata kepada Firaun: "Itulah sebabnya Aku membangkitkan engkau, yaitu supaya Aku memperlihatkan kuasa-Ku di dalam engkau, dan supaya nama-Ku dimasyhurkan di seluruh bumi." Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya. Sekarang kamu akan berkata kepadaku: "Jika demikian, apa lagi yang masih disalahkan-Nya? Sebab siapa yang menentang kehendak-Nya?" Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: "Mengapakah engkau membentuk aku demikian?" Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa? 

Hening 

Antifon: Dia telah menurunkan yang berkuasa dari tahtanya dan mengangkat yang hina dina dan yang rendah hatinya.

Kidung Maria
Aku mengagungkan Tuhan, Hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku. 
Sebab Ia memperhatikan daku, Hamba-Nya yang hina ini. 

Mulai sakarang aku disebut: yang berbahagia, oleh sekalian bangsa. 
Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Mahakuasa; Kuduslah nama-Nya. 

Kasih sayang-Nya turun-temurun, Kepada orang yang takwa.
Perkasalah perbuatan tangan-Nya. Dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya. 

Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari tahta; Yang hina dina diangkatNya. 
Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan Orang kaya diusirnya pergi dengan tangan kosong

Menurut janji-Nya kepada leluhur kita, Allah telah menolong Israel, hamba-Nya. 
Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya. Untuk selama-lamanya.

Kemuliaan….. 

Doa umat: spontan

Bapa Kami 

Doa Penutup:
Tuhan Allah kami, Raja damai, kami memuji dan berterimakasih kepada-Mu karena Engkau telah mengirimkan Putera-Mu tercinta Yesus Kristus yang telah menunjukkan misteri Paska sebagai jalan keselamatan, damai dan persuadaraan sejati kepada kami. Kami berterima kasih atas segala keinginan, upaya, dan realisasi yang Roh Kedamaian-Mu sendiri telah membangkitkannya di zaman kami ini: kebencian diganti dengan cinta, sifat tidak mau tahu dengan pemahaman, sikap tak peduli dengan perhatian. Bukalah hati kami untuk mempertahtikan saudara-saudara yang lebih membutuhkan pertolongan, agar kami semakin mampu membangun perdamaian yang sejati. Ingatlah, Bapa yang berbelaskasihan, semua orang yang sakit, yang menderita dan yang meninggal karena berusaha membangun dunia yang lebih bersaudara. Semoga kerajaan-Mu hadir bagi setiap ras dan bahasa: Kerajaan keadilan-Mu, kedamaian dan cinta; dan semoga seluruh bumi dipenuhi oleh kemuliaan-Mu. Amen. (Paus Paulus VI) Saran: Doa ini dapat digunakan sebagai doa pembukaan atau penutup dialog antara Santo Fransiskus dan Sultan.

PDF 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Film Jembatan Pensil

Resence by: Fransiskan Papua Identitas Film  Judul : Jembatan Pensil Produksi : Grahandhika Visual Produser Eksekutif : La Ode Haerun Ghowe Produser : Tyas Abiyoga Produser Pelaksana : Rahmat Suardi Sutradara : Hasto Broto Penulis Skenario : Exan Zen Pemain : Anak-anak : Didi Mulya : Ondeng Azka Marzuki : Azka Permata Jingga : Yanti Nayla D. Purnama: Nia Angger Bayu : Inal Vickram Priyono : Attar Dewasa : Kevin Julio : Gading Andi Bersama : Pak Guru Alisia Rininta : Bu Aida Meriam Bellina : Ibu Farida Agung Saga : Arman Sinopsis Film Jembatan Pensil ini menceritakan kisah masyarakat di Sulawesi Tenggara tepatnya di Kab. Muna, cerita yang diangkat adalah anak-anak yang belum bisa mendapatkan pendidikan dengan layak. Tentang cita-cita, persahabatan, dan perjuangan. Tokoh-tokoh yang dimunculkan mewakili karakter masyarakat dengan keseharian sebagai nelayan, penenun, pemecah Batu dan juga beternak sapi/kuda.  Setiap pagi anak...

Teologi Komunikasi

FENOMENA SEX CYBER MELANDA KAUM RELIGUS Oleh: Sdr. Matius Yerikho Diruk PENGANTAR Suatu tantangan dan pergumulan bagi kaum religius di zaman moderen ini, dengan hadirnya alat komunikasi yang canggih dan hanya bermodalkan clik atau sentuhan. Ini menandakan suatu perkembangan IPTEK (Ilmu pengetahuan dan teknologi) yang sangat maju yang melanda diseluruh bidang kehidupan termasuk bidang sipritual. IPTEK membawa suatu perubahan yang dasyat tetapi perubahan itu bisa berdampak positif dan juga negatif. Kaum religius berada suatu era dimana tantangan spiritual sungguh mendapat ujian bagi kehidupan selibat dan kaul. Situasi ini berkaitan dengan penggunaan media masa, khsususnya smart phone . Smart phone sangat berkembang pesat dengan hadirnya Video call yang menghubungan orang yang satu dengan yang lainya. Smart phone mengakases gambar sekaligus suara   melalui jaringan internet sehingga para pengguan smart phone merasa lansung berjumpa dengan orang yang dikontak. ...

Renungan Kelana Sabda Edisi 19 September 2019

Salam Kasih Persaudaraan  Pada hari ini bacaan Injil mengajak kita untuk bermenung tentang cara kita menghargai dan memaknai sebuah pertobatan. Tentang wanita yang menyeka kaki Yesus memberi kita sebuah warna dalam cerita agar senantiasa terus melangkah dalam pertobatan tanpa peduli dengan seluruh pergunjingan orang di sekitar kita. Semoga Tuhan memberimu damai.