Langsung ke konten utama

Postingan

Berita Liputan 6

Berikut sedikit cerita san pejuang damai bagi tanah Papua Dr. Neles Tebay, Pr https://m.liputan6.com/regional/read/3941807/kisah-sedih-di-minggu-palma-dari-peter-neles-tebay-sang-juru-damai-papua?utm_source=Mobile&fbclid=IwAR3tY4izmC9TxZY2aHGp4vBAfE3r0M4G9Sic2AkBN46gnU9iabhEOm4Menw

Resensi Film Jembatan Pensil

Resence by: Fransiskan Papua Identitas Film  Judul : Jembatan Pensil Produksi : Grahandhika Visual Produser Eksekutif : La Ode Haerun Ghowe Produser : Tyas Abiyoga Produser Pelaksana : Rahmat Suardi Sutradara : Hasto Broto Penulis Skenario : Exan Zen Pemain : Anak-anak : Didi Mulya : Ondeng Azka Marzuki : Azka Permata Jingga : Yanti Nayla D. Purnama: Nia Angger Bayu : Inal Vickram Priyono : Attar Dewasa : Kevin Julio : Gading Andi Bersama : Pak Guru Alisia Rininta : Bu Aida Meriam Bellina : Ibu Farida Agung Saga : Arman Sinopsis Film Jembatan Pensil ini menceritakan kisah masyarakat di Sulawesi Tenggara tepatnya di Kab. Muna, cerita yang diangkat adalah anak-anak yang belum bisa mendapatkan pendidikan dengan layak. Tentang cita-cita, persahabatan, dan perjuangan. Tokoh-tokoh yang dimunculkan mewakili karakter masyarakat dengan keseharian sebagai nelayan, penenun, pemecah Batu dan juga beternak sapi/kuda.  Setiap pagi anak...

Harapan Alam dan Kejernihan Nalar Manusia

Sdr. Alfonsius Febryano Ade Putra, OFM Berbincang tentang bencana memang semua merupakan siklus alam yang seharusnya mau tak mau harus kita hadapi atau mungkin diadaptasi sedemikian rupa agar terhindar efek samping dibaliknya.   Bencana bagi kaum intelektual merupakan isyarat bahwa alam punya sudut epistemik untuk dipahami dan dimengerti dalam kerangka logika, bagi kaum spiritual ini adalah keputusan Allah agar manusia berbalik untuk berharap pada pangkuan kasih-Nya, dan bagi kaum sekular semuanya nampak biasa saja, sebab adanya fenomena alam amat begitu lumrah dalam kehidupan manusia di bumi ini, bukan karena manusia berziarah ditengah ruang kosong yang tidak lain tidak bukan adalah cara berada mereka, melainkan hidup sebagai bagian dari semesta, di mana ada terdapat organisme serta seluruh siklus teratur di dalamnya. Adanya ini mengingatkanku akan penjelasan Al-Farabi salah seorang filsuf Persia di abad pertengahan, ia menjelaskan semesta adalah letusan dari San...

Renungan Kelana Sabda Edisi Jumat 29 Maret 2019

Renungan Sdr. Afrianus Papak, OFM https://youtu.be/x3vUwB6bwd0   Bertobatlah Baharuilah Dirimu Dengan Kasih Allah Tema ini merupakan tema yang tidak asing lagi bagi kita, khusus dalam persiapan menyosong Paskah. Kita berada di pekan prapaskah ke III. Firman Tuhan yang disuguhkan bagi kita, memberikan pengertian yang jelas bagaimana kita mengasih Allah dan Sesama. Kedua perintah Allah ini merupakan hukum utama. Mengasihi sesama tentunya juga akan mengasih Allah. Karena kita mengasihi sesama kita bukan melihat wajah sesama kita sebagaiman adanya tetapi lebih dari itu, bahwa di dalam diri sesama kita ada kehadiran Allah di sana. Tindakan mengasihi sesama bercermin pada diri kita, bahwa kita telah mengasihi diri kita maka kasih itu pun mau diterima atau dialami sesama kita. Karena memberikan kedamaian, kenyamanan, sukacita, kegembiraan, dan kesejahteraan. Situasi macam inilah yang sangat diharapkan semua manusia, bahkan surga pun menghendaki. Sungguh men...