27 February 2019 Eva Novi Karina Harian IndoPROGRESS Kredit foto: Instagub RUNTUHNYA rezim sosialis di Eropa Timur pada akhir 1980-an, telah mendorong euforia yang mengadiluhungkan kelembagaan politik kapitalis di atas format ekonomi politik lainnya. Demokrasi neoliberal yang didasarkan pada pasar bebas, diyakini dan telah diterima oleh khalayak ramai sebagai the end of history (Fukuyama 1992). Dengan nada penuh kemenangan, Fukuyama menulis artikel berjudul “The end of History” yang terbit pada musim panas 1989 di Chicago. Di dalamnya, ia berargumen bahwa dengan runtuhnya Uni Soviet, alternatif ideologis terakhir bagi liberalisme telah sepenuhnya hilang. Fasisme telah ‘dikalahkan’ dalam Perang Dunia Kedua dan kini Komunisme telah runtuh. Bersandar pada postulat Hegel, Fukuyama meyakini perkembangan sejarah terjadi karena didorong oleh pertarungan ideologis dan baru akan berakhir jika bentuk masyarakat dan negara yang sangat rasional muncul menjadi pemen...
Selamat Datang di blogsite, Kelana Sabda-Fransiskan Papua. Media ini dirangkai oleh Saudara Muda Fransiskan Papua untuk mengkomunikasikan Spiritualitas Fransiskan dalam renungan Kelana Sabda berbasis digital. Juga tak kalah penting demi pengembangan promosi panggilan OFM di tanah Papua, agar tertarik untuk mengabdi kepada Spiritualitas St. Fransiskus Asisi di dalam melayani dunia pada bidang yang lebih global dan menyeluruh.